Now loading.
Please wait.

Menu

+62 21 29627725

secretariat@inaga-api.or.id

Proyek PLTP Muara Laboh Dalam Proses Penyelesaian

Proyek PLTP Muara Laboh Dalam Proses Penyelesaian

posted in News

Jakarta - inaga-api.or.id - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Muara Laboh di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat yang dijalankan oleh PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) sejak tahun 2010 ditargetkan siap beroperasi tahun 2019. Pasalnya pada bulan Mei ini pengeboran sumur eksploitasi terakhir yaitu ML-H5 akan selesai.  Pengeboran eksplorasi telah dilakukan mulai 2012 menghasilkan 6 sumur, dan pengeboran eksploitasi yang telah dimulai sejak bulan Mei tahun 2017 menghasilkan sebanyak 12 sumur.
 
Pekerjaan EPC dilakukan oleh kontraktor yang telah ditunjuk SEML yaitu konsorsium Sumitomo Corporation dan Rekayasa Industri, dengan peralatan utama turbin dan generator yang akan disuplai oleh Fuji Electric.  Pada awal kuartal tahun 2018, pembangunan fasilitas produksi juga telah dimulai.  Saat ini pembangunan pondasi, dan koridor pipa sedang dilakukan. Pekerjaan EPC hingga pertengahan tahun 2018 akan difokuskan untuk penyelesaian pekerjaan sipil, penyelesaian area tapak sumur dan fasilitas pendukungnya, pembelian peralatan dan pemasangan alat-alat mekanik dan sistem pemipaan.
 
Berdasarkan hasil pengeboran 6 (enam) sumur, dan studi kelayakan disimpulkan bahwa Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) Liki Pinangwan Muaralaboh memiliki sistem panas bumi. ± 80 MWe. Pada tahun berikutnya setelah tender EPC dilakukan, diestimasikan bahwa kapasitas PLTP dapat mencapai ± 86.
 
Tahun 2017 lalu SEML telah menandatangani Perjanjian Pinjaman dengan konsorsium Lembaga Keuangan Pembangunan yang terdiri dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Asian Development Bank (ADB), dan bank komersial yang terdiri dari Mizuho Bank, Ltd., Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation, dengan jaminan dari Nippon Export and Investment Insurance (NEXI). Total biaya yang dibutuhkan untuk pengembangan PLTP ini mencapai USD 580 juta.
 
SEML adalah perusahaan penghasil listrik swasta, yang dimiliki secara joint venture oleh PT. Supreme Energy dari Indonesia, ENGIE dari Perancis dan Sumitomo Corporation dari Jepang.
08 05, 18